Japanese Whispers: The Story Behind

Cerita tentang Japanese Whispers berawal pada Agustus 2010, ketika itu sebuah band bernama Paraparanoid melakukan live acoustic session di Outerbeat, program radio mingguan komunitas Common People. Topik yang diangkat ketika itu adalah Japanese Shoegaze atau J-Shoegaze.  Paraparanoid sendiri adalah grup folk pop yang terpengaruh oleh J-shoegaze, dan kebetulan juga mereka adalah mahasiswa sastra Jepang. Azam, penggagas grup Paraparanoid, memiliki hubungan yang dekat dengan grup Texas Pandaa. Dalam siaran selama 1 jam itu, para personil Texas Pandaa mendengarkan dari Tokyo. Bahkan kabarnya, Rie Takeuchi, leader dari shoegazer veteran Jepang, Luminous Orange, juga ikut mendengarkan. Inilah siaran yang merupakan cikal bakal event Japanese Whispers.

Outerbeat POPcast | August 2010 | J-shoegaze with Paraparanoid

Pada awal 2011, Texas Pandaa menyatakan ketertarikannya untuk melakukan tur di Indonesia. Keinginan mereka pun akhirnya terealisasi beberapa bulan kemudian. Kuartet shoegaze asal Tokyo itu tampil di event Hyperborea #2 pada 17 September 2011 yang bertempat di CCF-IFI Bandung, dan event bertajuk Japanese Whispers pada 19 September 2011 yang bertempat di LIP-IFI Yogyakarta.

Di Bandung, Texas Pandaa berbagi panggung dengan berbagai band shoegaze dan postrock kenamaan lokal seperti Themilo, Ansaphone, dan L’alphalpha.

Lalu dua hari kemudian di Yogyakarta, Texas Pandaa berbagi panggung dengan shoegazer ibukota Mellonyellow dan Paraparanoid sendiri.

Menurut Luhur (@LXHXRX), seorang pemerhati scene independen di Jepang dalam tulisannya yang dimuat di zine Halimun, rangkaian tur Texas Pandaa ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah sebuah band dari scene J-shoegaze tampil di Indonesia.

KOENJI GIG

Satu tahun kemudian, giliran Texas Pandaa membantu band tweepop dari Jogja, Brilliant at Breakfast, untuk melakukan tur kecil di Tokyo. Brilliant at Breakfast berangkat bersama Azam dan Sarah dari Paraparanoid, tampil di 2 tempat yang cukup ternama di kalangan skena independen Tokyo, Koenji-HIGH dan Shibuya-ECHO. Pada 18 Oktober Brilliant at Breakfast berbagi panggung dengan 4 Bonjour’s Parties, Honeydew, Bertoia dan Texas Pandaa, dalam gig yang dikurasi oleh Yusuke Hata, leader dari J-shoegazer veteran Cruyff In The Bedroom.

Thee Boot Party

Keesokan harinya, Brilliant at Breakfast tampil di Shibuya-ECHO bersama It Happens dan Mitsume, dalam event Thee Boot Party #8 yang dikurasi oleh komunitas Twee Grrrls Club.

Setelah berbicara dengan para personil Brilliant at Breakfast seusai gig, Mitsume menyatakan ketertarikannya tampil di Indonesia.  Mereka pun direncakan tampil dalam Japanese Whispers #2, sebuah sekuel dari edisi 2011 lalu.

Japanese Whispers #2 akan diadakan pada hari Sabtu, 23 Maret 2013, bertempat di Langgeng Art Foundation Yogyakarta. Selain Mitsume dari Tokyo juga akan tampil The Aftermiles dari Jakarta dan Dojihatori dari Yogyakarta. Gig ini juga akan menjadi yang pertama bagi Dojihatori setelah beberapa tahun vakum.

Mitsume adalah band indiepop yang cukup baru di scene independen Jepang, namun cepat menarik perhatian karena mereka selain memiliki materi yang dinamis (tidak stay di satu pola) juga karena live performance yang enerjik dan menarik.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Gigs, Japanese Whispers